Cegah Corona di Penjara, 144 Tahanan Kedungpane Dibebaskan

Home / Berita / Cegah Corona di Penjara, 144 Tahanan Kedungpane Dibebaskan
Cegah Corona di Penjara, 144 Tahanan Kedungpane Dibebaskan Lapas Kedungpane Semarang.

TIMESBANTUL, SEMARANGLapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah telah membebaskan sebanyak 144 narapidana. Pembebasan narapidana ini mengikuti Peraturan Menkuham Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan Covid-19.

Sebelumnya, pada periode pertama tanggal 2 April, Lapas Kedungpane melepas 55 narapidana. Kemudian, pada tanggal 4 April dilepaskan sebanyak 32 narapidana.  5 April membebaskan sebanyak 42 narapidana. Dan terakhir 6 April sebanyak 15 Narapidana.

Lapas-Kedungpane-Semarang-2.jpg

Humas Lapas Kedungpane, Fajar Shodik menuturkan bahwa masih ada 48 narapidana lain yang menunggu penyelesaian berkas untuk dibebaskan.

"Kedepan akan ada yang dibebaskan lagi. Sekarang sudah ada 48 napi yang akan dibebaskan tapi setengahnya berkas pembebasannya belum selesai," ujarnya saat dihubungi pada Senin (6/4/2020).

Fajar mengatakan bahwa yang dibebaskan adalah narapidana yang sudah menjalani setengah masa tahanan dan akan menjalani 2/3 masa tahanan pada 31 Desember 2020 nanti.

"Mereka adalah narapidana yang akan menjalani masa hukuman 2/3 masa tahanan sampai 31 Desember 2020, saat dibebaskan ini mereka sudah menjalani setengah masa tahanan," katanya

Sementara ini yang dibebaskan adalah narapidana dengan perkara pidana umum.

"Untuk napi khusus seperti terpidana korupsi dan teroris kita masih menunggu keputusan dari pusat," ungkap Fajar.

Fajar juga mengatakan bahwa yang dibebaskan itu adalah tahanan yang masa hukumannya di bawah lima tahun.

"Yang pasti mereka yang dibebaskan adalah narapidana yang masa hukumannya di bawah lima tahun," jelasnya.

Para narapidana akan terus diawasi oleh petugas meski dibebaskan. Mereka harus benar-benar menjaga sikap dan perbuatan di masyarakat. Pasalnya, jika mereka kembali melakukan perbuatan melanggar hukum, maka akan kembali diproses secara hukum.

"Lakukan perbuatan yang baik di masyarakat. Banyak yang telah dipelajari di dalam lapas ini. Maka jangan sampai niat baik untuk berubah itu hilang karena pelanggaran hukum," pesannya.

Terkait upaya pencegahan virus corona di Lapas Kedungpane, pihak lapas melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, memberikan vitamin dan suplemen untuk meningkatkan antibodi narapidana, memperbanyak fasilitas cuci tangan, dan menambah tiga dokter umum dan satu dokter spesialis THT. (*)

 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com