Jumlah Penumpang Kereta di Daop 6 Yogyakarta Alami Peningkatan

Home / Berita / Jumlah Penumpang Kereta di Daop 6 Yogyakarta Alami Peningkatan
Jumlah Penumpang Kereta di Daop 6 Yogyakarta Alami Peningkatan Kereta api (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESBANTUL, YOGYAKARTA – Sejak Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal Reguler kembali dioperasikan secara bertahap mulai 12 Juni 2020 (istilah PT KAI disebut pasca KLB Covid-19), jumlah penumpang kereta di Daop 6 Yogyakarta mengalami peningkatan.

Hal itu disampaikan Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto Senin malam (29/6/2020).

Menurutnya, untuk jumlah penumpang Kereta Api (KA) baik KA Lokal dan KA Jarak jauh yang naik dari wilayah Daop 6 pada bulan Mei 2020 jumlahnya sebanyak 27. 064 orang. Terdiri penumpang KA bisnis 107 penumpang, KA Ekonomi 3.105 penumpang, KA Eksekutif 686 penumpang dan KA Lokal sebanyak 23.166 penumpang.

Sementara yang naik KA dari wilayah Daop 6 dari tanggal 1 Juni s.d 28 Juni tercatat sejumlah 56.345 penumpang. Dengan rincian penumpang KA Bisnis 418 orang. Untuk KA Ekonomi sebanyak 5.304 penumpang. KA Eksekutif 600 penumpang. Serta jumlah penumpang KA Lokal sebanyak 50.023 orang.

Tanpa menyebut angka, Eko menjelaskan peningkatan jumlah penumpang cukup mencolok terjadi pada penumpang KA Lokal.

Sedangkan untuk KA jarak jauh, tingkat okupansinya masih kisaran 10 persen.

Eko menjelaskan, saat KLB (Kondisi Luar Biasa) tempo hari PT KAI Daop 6 hanya menjalankan 4 KA Lokal. Namun kini ada 10 KA lokal yang telah di operasionalkan.

"Saat KLB kemarin KA Prameks hanya melayani rute Solo - Yogyakarta, namun mulai tanggal 12 Juni KA Pramek kembali di operasionalkan sampai Kutoarjo," katanya

Potensi peningkatan jumlah KA ini, kemudian diikuti kebijakan ditingkatkannya batas maksimal okupansi KA lokal. Jika sebelumnya maksimal kapasitas 50 persen kini dinaikan menjadi 70 persen dari total kapasitas.

"Kapasitas penumpang KA Prameks sebelum Covid-19 maksimal 150 persen. Untuk saat ini yang diizinkan hanya 70 persen dan ternyata selalu penuh sesuai batas maksimal yang ditentukan ini," jelas Eko Budiyanto.

Dalam melayani para penumpang, menurut keterangan Eko Budiyanto. Sampai saat ini PT KAI masih tetap menerapkan protokol kesehatan untuk penumpang kereta. Termasuk, khusus KA Jarak Jauh telah disediakan face shield dengan ketentuan wajib dipakai. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com