Samidjan Sulap Limbah Plastik jadi Wayang

Home / Berita / Samidjan Ciptakan Wayang Limbah dari Sampah
Samidjan Ciptakan Wayang Limbah dari Sampah Samidjan, warga Kampung Karang Waru, Tegalrejo Kota Yogyakarta, DIY pembuat wayang dari bahan limbah. (FOTO: Pramesti Mutiara/TIMES Indonesia)

TIMESBANTUL, YOGYAKARTAWayang biasanya terbuat dari kulit sapi, kambing atau hewan lain. Namun, di tangan Samidjan, sebuah barang limbah tak terpakai dapat diubah menjadi sebuah wayang limbah bernilai tinggi. Ya, warga Kampung Karang Waru, Tegalrejo Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mampu memanfaatkan limbah plastik untuk diolah menjadi wayang.

Samidjan menceritakan, sejak kecil dirinya memang sudah menyukai wayang. Setiap ada pementasan, ia selalu hadir untuk mendengarkan cerita lakon wayang dibawakan sang dalang. Bahkan, dirinya sempat ingin menjadi dalang. Namun, cita-citanya pupus lantaran keterbasan ekonomi untuk sekolah dalang.

Samidjan-b.jpg

“Ya, tidak bisa jadi dalang setidaknya bisa membuat wayang,” terang Samidjan Kepada TIMES Indonesia, Jumat (31/7/2020).

Ia pun terus bereksperimen membuat wayang terbuat dari kayu, tripleks, seng, dan karton. Namun, wayang buatannya tidak mampu bertahan lama. Hingga suatu hari istrinya yang bekerja di Dinas Pertanian membawa map plastik bekas. Nah, map plastik itu kemudian dibuat wayang hingga sekarang.

Semula kegiatannya membuat wayang berbahan libah ini, semata untuk menyenangkan cucunya. Namun, ternyata karyanya semakin dikenal dan banyak yang memesan.

“Dulu itu cucu saya suka rewel dan baru diam jika diberi mainan. Jadi kebetulan saya bisa bikin wayang saya buatkan dia wayang dari limbah untuk bisa dimainkan. Eh, ternyata keterusan sampai sekarang,” tutur Samidjan.

Samidjan-c.jpg

Bahan yang Samidjan gunakan kini tidak hanya map. Ia juga memanfaatkan barang bekas lain yang sudah tidak terpakai seperti ember, atap, jerigen, gagang sapu untuk pegangan wayang dan apapun yang cocok serta mudah dibentuk. Karya Samidjan ini selain berdaya guna juga membantu melestarikan lingkugan dan mengurangi sampah plastik.

“Limbah itu juga bisa diartikan ‘welinge simbah’ (pesan leluhur) untuk selalu memelihara alam. Memungut yang sudah terbuang, karena saya sadar sampah ini dapat merusak lingkungan. Saya ingin membuat perubahan walau sedikit,” tegas pria berusia 70 tahun ini.

Wayang limbah Samidjan kerap dipamerkan dan dipentaskan dalam acara-acara kebudayaan. Bahkan, Samidjan sering menerima pesanan wayang limbah dari kolektor domestik bahkan manca negara. Untuk harga, Samiidjan mengaku tidak mematok harga untuk wayang buatanya.

Ia juga tidak berniat mematenkan wayang limbah karyanya. Baginya, dirinya bukan pencipta namun hanya meneruskan kerja yang belum selesai dari peletak dasar kebudayaan asli Indonesia. Ingin mengoleksi wayang dari bahan limbah, segera pesan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com